Di dunia hiburan, baik domestik maupun mancanegara, tercatat banyak sekali perempuan yang sukses menapaki karir di bidang entertainment, sebutlah Britney Spears, Paris Hilton, Nicole Kidman, Angelina Jolie dan sederet nama besar lainnya. Nemun, tidak semua wanita memiliki talenta dan kemampuan seperti nama-nama besar diatas. Tidak semua perempuan dapat menciptkan sebuah lagu, bernyanyi, berakting didepan kamera ataupun menulis buku best seller. Kemampuan yang mereka miliki dihasilkan dari tingginya ‘jam terbang’ mereka di dunia yang mereka geluti, dan ini tidak dimiliki oleh semua orang.
Namun Madonna, seorang selebritis sekaligus artis penyanyi terkenal di jagad musik dan entertainment, pernah menyampaikan pesan kepada penyanyi disko dari Prancis, Patrick Hernandez, “Kesuksesan seutuhnya miliki anda hari ini. Tapi esok Hari, kesuksesan akan menjadi milik saya.” Hal ini dapat menjadi inspirasi dalam meraih kehidupan di masa depan yang lebih baik.
Dalam dunia network marketing (bisnis jaringan), inspirasi dari kisah Madonna ini dapat diwujudkan oleh siapa saja,tak pandang strata sosial, seperti pendidikan, latar belakang keluarga, atau pun berapa banyak modal yang dimiliki. Bahkan, Network Marketing, jika dilihat dari faktor waktunya yang dapat diatur (fleksibel), bisnis jaringan (network marketing) sangat cocok dijalankan oleh kaum perempuan. Karena di bisnis ini, tidak terikat pada waktu maupun ruang, sehingga kodratnya sebagai seorang Ibu rumah tangga dan istri tidak terabaikan, yang mana masih merupakan problem klasik bagi seorang perempuan karir (employee). Karena peran ganda tersebut, wanita karir senantiasa dituntut membagi waktunya, antara urusan-urusan rumah tangga maupun urusan kantor. Situasi seperti ini, tidak akan ditemui oleh perempuan yang menjalani bisnis jaringan (NETWORK MARKETING).
Selain mudah mengatur waktu, dasar dari bisnis jaringan atau network marketing pun dibangun melalui kekuatan hubungan (relationship), yang oleh Jill Lublin, CEO dari firma Consulting Strategis Promosing Promotion, sebagai saatu keajaiban networking. Menurutnya, Melalui hubungan tersebut dapat memciptakan pemenuhan kebutuhan hidup yang selama ini didambakan, ataupun masa depan yang lebih baik (berkualitas).
Nah, hubungan ini dapat terjalin jika memiliki sikap melayani, menunjukkan rasa peduli, yang mana banyak kalangan menyebut wanita punya nilai lebih dibandingkan dengan laki-laki. Disinilah kejujuran, rasa ingin tahu dan rendah diri, dapat membuat hubungan itu lebih langgeng dan erat. Jadi, kesuksesan dibisnis ini, tidak semata-mata masalah tahan mental, tetapi bagimana membangun hubungan dengan orang lain dengan hati yang tulus. Jill, yang mengaku selama menjalani network marketing, mengatakan bahwa salah satu kiat menciptakan hubungan adalah dengan lebih banyak memberi.”Lakukanlah pada setiap interaksi dan siap melayani, temukan kebutuhan prospek (orang lain),” ungkap Jill, yang juga menulis buku Guerilla Publicity dan Networking Magic ini. Menurutnya, sikap yang berorientasi pada pelayanan (memberi) merupakan alat networking yang ajaib.
Linda Locke, seorang editor pada bulletin bulanan MLM Women, juga berpendapat yang tidak jauh berbeda. Menurutnya, dalam membangun hubungan, wanita lebih banyak kepada pendekatan pribadi. Misalnya, mendengarkan prospek, bertanya, berbagi informasi, mencari tahu keinginan prospek, dan kemudian membantunya. “Inti dari networking adalah masyarakat dan komunikasi. Wanita sangat ahli dalam soal ini,” ujarnya.
Dalam artikelnya, “Bagaimana perempuan merekrut melalui relasi marketing“, Linda menilai pendekatan komunikasi yang dilakukan perempuan yang berhasi di bisnis network marketing biasanya melalui produk, khususnya khasiat dan manfaatnya. “Perempuan itu begitu mudah berbagi dengan orang lain, begitu mudah menceritakan sesuatu produk yang disukai,” ungkapnya.
Selain produk, pendekatan lain dapat berupa karena keluarga, pekerjaan, relasi dan uang.
Saat berinteraksi, perempuan tidak membicarakan bisnis, kecuali seputar keluarga, seperti anak, lingkungan tempat tinggal, produk yang di pakai dan lain sebagainya. Itu semua, dinilai oleh Linda sebagai sesuatu yang alami, sehingga menemukan hal-hal yang menarik tentang prospek. Dengan demikian, selain ingin mencari teman baru, orang akan tertarik kepada orang lain yang dapat membuat dirinya merasa nyaman. Pada point inilah kaum perempuan mempresentasikan bisnis sesuai dengan keinginan prospek.
Linda juga menilai, perempuan juga fokus pada setiap pandangan prospek. Mereka berbicara mengenai manfaat bisnis, tidak mementingkan keinginan dan kebutuhan pribadi. “Perempuan itu lembut, sabar dan membebaskan prospek dalam memilih,” ujar Linda. Lebih lanjut, menurutnya perempuan selalu menciptakan jejaring melalui kemampuan mereka berbagi informasi setiap hari.
Bahkan, seperti yang dikatakan oleh Sue Seward, entrepreneur yang juga pelatih marketing dan penerbit dari Fit Fours Success Online Marketing Newsletter menilai perempuan dalam membangun hubungan lebih kuat dan lebih bertahan lama. Dan oleh karenanya, maka industri bisnis jaringan ini sangat cocok bagi perempuan, khususnya yang punya hasrat, sikap yang benar dan mengerti sesungguhnya apa yang dibutuhkan dan diinginkan untuk masa depan. Penyebabnya, pada dasarnya perempuan memiliki sifat alami yang lebih peduli dan selalu ingin belajar.
Lebih lanjut Sue mengatakan bahwa perempuan adalah pendengar yang baik, memiliki kemampuan memotivasi terhadap orang lain yang baru dikenalnya. Perempuan mengerti dan memahami pada waktu orang lain mengatakan bahagia, tanpa tergantung pada situasi, kapan dan dimana mereka berada. Menurut Sue, kepekaan ini merupakan intuisi perempuan, sebagai karunia Ilahi.
Selain dapat memperoleh kebebasan finansial yang tanpa batas, hal lain yang menakjubkan untuk perempuan yang bergerak di industri ini adalah terbangunnya kepercayaan diri. Inilah salah satu sisi positif bisnis jaringan, entah itu yang dikerjakan secara part time atau sepenuh waktu. “Networking adalah anugrah yang indah bagi semua orang, khususnya bagi kaum perempuan yang memilih menyalurkan anugrah itu kembali,” ujar Sue lagi. Bahkan, pengembangan diri itu, membuat mereka lebih membuka diri untuk menolong lebih banyak lagi orang yang mereka temui.
Selain itu, pada masa sekarang, dimana hampir semua bisnis didukung oleh teknologi informasi, membuat upaya perempuan yang bergelut di bisnis ini semakin mudah. Setidaknya, dengan teknologi internet yang semakin maju, perempuan dapat mengoptimalkan waktu yang berharga, menggunakkannya untuk hal-hal yang lebih berguna, seperti merawat anak, keluarga, orang tuanya, dan dirinya sendiri. Hal hal ini bersamaan dengan kebebasan finansial yang didapatnya.
Pada intinya menurut Sue, bekerja dari rumah melalui internet sangatlah sempurna bagi perempuan, seperti yang dilakoni oleh wanita ini. Mereka tak perlu berdandan rapi pada saat online, tak perlu bergegas menuju tempat kerja karena takut terlambat dan akhirnya di tegur atasan, ataupun sibuk memilih busana yang dikenakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas seorang karyawan.
Melalui komputer yang terkoneksi internet, seorang perempuan karir yang bekerja full time di kantor, dapat mulai membangun bisnis jaringannya sendiri dari rumah (work from home). “Semua perempuan, berapapun usianya, apapun pekerjaannya, jika memiliki keinginan mendapatkan kebebasan finansial dan kebebasan waktu, harus dengan serius mempertimbangkan kesempatan membangun bisnis jaringannya sendiri sebagai sebuah sarana untuk mewujudkan impian hidup,” ujar Sue lagi.
Semua ini dapat diraih, jika setiap perempuan memiliki komitmen yang kuat untuk menjadikan network marketing (bisnis jaringan) sebagai “kendaraan” untuk melakukan perubahan besar dalam hidupnya, pada khususnya berkenaan dengan income tanpa harus menggangu kodratnya sebagai ibu rumah tangga.
Sumber referensi: Artikel yang di tulis Romi pada Majalah Bisnis Plus.
Thursday, February 26, 2009
Mengapa bisnis jaringan cocok untuk perempuan
Wednesday, February 11, 2009
bloggwalking
buat yang dah visit blog saya, saya ucapkan terimakasih... buat yang mau comment di artikel saya.. monggo.. silahkan... terimakasih... buat yang lagi belajar bloggwalking dan masih bingung mo komentar apa, seperti saya... monggo... jangan lupa tinggalin koment disini berupa apa saja boleh.. just say hello saja juga oke...
KDRT
kemarin, saya terpaksa tidak masuk kantor. kaki saya sedikit terkilir, mungkin karena saya mendadak bangkit dari tempat tidur sambil menggendong lady feitu yang juga baru bangun dan minta digendong. saya putuskan pergi ke tempat kusuk (pijat) sekalian untuk kusuk anak saya, karena anak saya baru bisa jalan dan sedang lasak2nya( istilah orang medan untuk anak yang sedang lincah2nya berjalan). sempat menyesal juga sedikit, karena jika saya tidak masuk kantor, berarti DBC-N saya tidak bisa diiklankan hari itu... maklum, saya kan cuma bisa online di kantor.. (sudah merengek2 ke suami minta dibelikan laptop, tapi belum dikabulkan.. hihihi).Uwak.. saya memanggilnya. saya kenal beliau ketika awal2 saya tiba di medan dan mencari dukun pijat bayi. dan bertemulah saya dengan beliau. uwak tinggal di sebuah rumah petak di daerah jl. karya or daerah glugur di kota medan. dari ceritanya, beliau pernah lama tinggal dengan keluarga Agum Gumelar ketika beliau menjabat suatu jabatan (saya tidak tahu jabatan2 di TNI) dan beliau baru saja pulang dari malaysia, untuk urusan kusuk- mengusuk ... alias pijat memijat atas biaya orang yang mengundang (wah... hebat bener yak.. saya saja belum pernah ke malaysia nih..).
nah anyway on the way busway.. sambil dikusuk n ngobrol2... ternyata uwak lagi kena musibah. kira2 2 minggu lalu. cucu kesayangannya di siksa sama bapaknya, alias menantu-nya. katanya sih... dah masuk koran n tv tuh beritanya... cwrita awalnya egini nih : anak perempuan uwak yang namanya dahlia, sedang ada masalah dengan suaminya yang memang terkenal ringan tangan. dengan satu dan lain alasan, maka keluarlah dahlia dari rumah suaminya tanpa membawa serta anak- anaknya yang 3 orang dan pergilah dahlia untuk bekerja di batam. bukan tanpa sebab jika dahlia meninggalkan anak-anaknya. pertama, dia takut akan tabiat suaminya yang kasar bila dia membawa serta anak-anaknya. kedua, dia tidak mampu bila harus menanggung anak2nya bila dibawa serta, ketiga, dia tahu betul bahwa suaminya sayang pada anak-anaknya.
suatu hari sang anak sulung berkunjung ke rumah uwak sepulang sekolah (neneknya). sebelumnya, memang si anak sudah dilarang oleh bapaknya berkunjung ke rumah neneknya, dengan sumpah serapah dan kebencian sang bapak pada istri dan keluarganya. mengetahui anaknya ada di rumah uwak, maka marahlah si bapak. ditarik paksanya anak itu pulang ke rumah, sedangkan uwak tidak dapat berbuat apa2. sesampainya di rumah.. dimarahinya si anak... dan bukan hanya itu, dipukulnya si anak... bukan cuma dengan tamparan atau pukulan kecil... melainkan dengan tali sabuk... berkali2... dan bukan cuma itu.. ditambah pula hujan pukulan dengan hanger (gantungan baju)... bukan hanya sampai disitu.... (entah apa yang ada di pikiran si bapak)... luka2 memerah di tubuh anaknya di sikat dibawah kucuran air dengan sabut pencuci piring yang keras (seperti kawat) .. belakangan diketahui alasan si bapak menyikat tubuh anaknya maksudnya supaya bekas2 pukulan itu hilang tidak terlihat. tidak bisa saya bayangkan, apa yang dirasakan sang anak saat si bapak memperlakukannya sekejam itu... kesakitan yang sangat... jerit tangis... ketidakberdayaan....
entah bagaimana ceritanya kemudian, si anak dibawa ke rumah uwak, tanpa sepengetahuan bapaknya, si anak demam... dan semua tetangga yang melihat.. menagis... nan memohon agar si anak boleh dibawa ke rumah sakit... dan dibawalah si anak kerumah sakit... untuk diobati dan divisum (entah inisiatif siapa). saya sempat melihat foto hasil visum... dan saya benar2 tidak tega melihatnya... saya menangis, tanpa bisa saya tahan... seperti menggambar hanger di punggung dengan spidol merah.. berkali kali...
kini sang ayah sudah mendekam di penjara atas laporan istrinya, dahlia. katanya sudah menyesali perbuatannya, minta ampun, minta supaya laporan istrinya dicabut, minta dipertemukan dengan anak2 karena sudah kangen...
betulkah dia menyesal? betulkah dia tidak akan mengulangi perbuatannya? kepada siapa dia takut? kepada polisikah? atau kepada istri dan anaknya-kah? pantaskah orang seperti ini dimaafkan dan diterima kembali di tengah anak dan istrinya?
saya mungkin tidak pandai bercerita... saya hanya menuliskan apa yang saya rasakan.. tidak percaya rasanya , kejadian2 yang sering ada di tv dan pemberitaan, ternyata ada disekitar saya... tidak jauh dari saya..
Thursday, February 5, 2009
Memberdayakan Diri Lewat Dunia Maya
(ada pict... my upline-ku di DBC-N tuh.. yg pake Jilbab...)IBU rumah tangga sering dicitrakan senang ngerumpi atau bergosip bila sedang berkumpul. Tidak selamanya ngerumpi itu negatif. Di dunia maya, beberapa komunitas ibu-ibu muda menjadikan ajang ngerumpi sebagai sarana pemberdayaan diri.
Asisten (pembantu) saya ada yang bau badan. Memang tidak selalu, tetapi kalau bau badannya muncul, ampun deh... sampai membuat pusing. Karena pembantu ini mengasuh anak, bau badannya sampai tertinggal di badan anak saya!”
Begitulah keluhan Erna Kasni (33), ibu empat anak yang juga seorang pengusaha. Erna mengeluhkan soal bau badan asistennya itu di mailing list (milis) Dunia Ibu, www.dunia-ibu.org.
Dengan berbagi masalah di milis, Erna berharap bisa mendapat solusi bagaimana mengomunikasikan soal bau badan itu kepada asistennya. Bila menegur langsung, Erna khawatir asistennya tersinggung dan minta keluar dari pekerjaan.
Keluhan Erna langsung mendapat tanggapan. Salah satu anggota milis menyarankan agar asisten diberi bedak anti bau badan. Ada pula yang menyarankan deodoran agar ketiak si asisten lebih wangi. Mereka juga berbagi saran bagaimana cara menegur tanpa membuat tersinggung.
Mia (36), anggota milis We R Mommies (WRM) Indonesia , juga menjadikan milis sebagai tempat ”curhat”. Ketika dirinya dihinggapi perasaan takut berlebihan setelah melahirkan, Mia menumpahkan unek-uneknya itu di milis. Setelah punya anak, Mia punya masalah takut menyetir mobil.
”Kalau saya kecelakaan, anak-anak bagaimana,” tutur Mia. Berkat dorongan dan saran teman-teman di milis, Mia berhasil membangkitkan keberaniannya kembali untuk menyetir mobil.
Butuh dukungan
Menjadi ibu rumah tangga bukan pekerjaan mudah. Bahkan bisa dibilang lebih sulit dan berat dibandingkan dengan kerja kantoran.
Rutinitas mengurus rumah, anak, dan suami membuat banyak ibu rumah tangga merasa jenuh. Mereka merasa tidak punya waktu untuk diri sendiri. Jangankan menambah wawasan dengan membaca buku, terkadang untuk bergaul di luar rumah pun mereka tidak punya kesempatan.
”Karena itu kami sangat membutuhkan komunitas agar bisa saling mendukung sekaligus menambah wawasan,” kata Monica Oemardi (34), pendiri milis WRM yang berkumpul di www.wrm-indonesia.org. (lusiana indriasari/susi ivvaty)

Di dunia maya, selain WRM dan Dunia Ibu, masih ada komunitas ibu-ibu muda lainnya yang memberdayakan diri lewat internet. Sebut saja komunitas Funky Mom, IMSIS (Indonesian Muslim Society in America-Sisters), Dapur Bunda, dan lain-lain.
Komunitas-komunitas ini gencar berdiskusi di internet. Bahkan ada yang menggelar seminar online dengan tema yang sudah ditentukan sebelumnya.
Berbagai persoalan mereka perbincangkan. Mulai dari soal keuangan, rumah tangga, hubungan suami istri, mendidik anak, mengelola keuangan keluarga, hingga masalah perselingkuhan dan perseteruan dengan mertua.
Masalah kecantikan dan kesehatan juga menjadi bahan perbincangan. Ada yang bertanya soal cacar air, kutil, alergi, hingga akupunktur pelangsing badan.
Salah satu bagian yang paling digemari di internet adalah acara bertukar resep. Almarhum Anna Siti Herdiyanti akrab disapa Inong (33), pendiri komunitas Dapur Bunda, adalah salah satu ibu muda yang paling giat membagikan resep. Ia bahkan sampai mengarsipkan resep-resep masakannya di blog pribadinya, www.dapurbunda.blogspot.com.
Inong meninggal tahun 2006 lalu karena serangan asma. Setelah ia meninggal, kumpulan resep masakannya dibukukan oleh komunitas WRM yang bekerja sama dengan komunitas Dapur Bunda.
Selain berisi kumpulan resep masakan, buku berjudul Cooking With Love itu juga memuat kisah hidup Inong dan kumpulan puisi yang ditulis sebelum ia meninggal.
”Ini merupakan bentuk penghargaan kami untuk Inong. Banyak ibu muda merasa terbantu dengan resep-resep Inong,” kata Wanda, moderator milis WRM. Cooking With Love menjadi semacam wujud kecintaan seorang ibu terhadap suami dan anak-anaknya.
Buku
Berbagi pengalaman memang penting untuk memecahkan persoalan yang dihadapi. Namun supaya lebih komplet, komunitas ibu-ibu muda ini juga melengkapi milis dan situsnya dengan artikel. ”Artikel ini penting untuk menambah wawasan anggota,” kata Tia, moderator milis Funky Mom (FM).

Bagi anggota yang tidak bisa setiap hari mengikuti diskusi, mereka masih bisa mencari masukan di milis. Komunitas Dunia Ibu misalnya menyediakan rangkuman diskusi dalam bentuk buletin. Buletin mingguan ini bisa didapat gratis di internet setelah lebih dulu mendaftar.
WRM juga menyediakan rangkuman diskusi yang pernah digelar di milis. Rangkuman diskusi ini bisa diakses kapan saja tanpa harus mendaftar.
Untuk menyebarluaskan pengetahuan dan pengalamannya, komunitas ibu-ibu muda ini meluncurkan buku. Selain Cooking With Love, WRM menerbitkan buku berjudul Serba Serbi Menyusui.
WRM juga menerbitkan buku berjudul Peranan Orangtua dan Praktisi dalam Membantu Tumbuh Kembang Anak. ”Kedua buku ini disaring dari hasil-hasil diskusi dan seminar online ibu-ibu WRM”, tutur Wanda.
Komunitas Dunia Ibu juga sudah membuat buku berjudul Hidup Bahagia Bersama Asisten Rumah Tangga. Karena tema asisten rumah tangga paling banyak dibahas di milis, mereka sepakat membukukan tema tersebut. Di buku ini kita bisa menemukan bagaimana cara menentukan gaji hingga masalah bau badan asisten rumah tangga.
Susi Ivvaty,Lusiana Indriasari
Sumber : Kompas Cetak
Wednesday, February 4, 2009
Arin yang disangka kader golkar.. kikikik...
ada cerita yang kocak banget tentang arin hari ini. pagi tadi, saya sapa arin di YM, katanya lagi sibuk, krn ada anggota DPR fraksi Golkar yang mau besuk sesama anggota yang kebetulan dirawat di rumah sakit tempat arin bekerja. dari perbincangan awal, saya menyangka, dia antusias atas kedatangan tamu tersebut karena dia bilang , kebetulan hari ini pakaiannya warna kuning. saya sempat berkomentar canda "siapa tau di ajak jadi Caleg" hehehe. kemudian perbincangan kami terhenti karena saya harus mengerjakan sesuatu di DBC-N saya.
sore menjelang, setelah makan siang, saya menyapanya lagi di YM. ooppss.. arin protes.. ternyata lagak si Bapak pejabat yang datang tersebut, melebihi presiden. hehehe... saya tidak tahu situasi di sana, tapi saya membayangkan pejabat penting yang datang lengkap dengan protokolernya yang menurut saya ga penting.. "trus gw disangka anggota din..." hahaha... saya tidak bisa menahan tawa saya di ruang kerja yang banyak penghuninya ini... (jadi agak berasa gokil...) " tuh, kan.. gw bilang juga apa, udah.. minta jadi caleg aja"... dst2x
setelah selesai pembicaraan kami, secuil pemikiran muncul di benak saya... apakah sang pejabat tadi benar2 berniat menjenguk? or sedang dalam rangka kampanye? hehehe, masa sekedar negok juga pakai baju kebesarannya yang warna kuning itu??
hm.. ada2 saja ya... pejabat jaman sekarang..
Tuesday, February 3, 2009
Tragedi DPRD Sumatera Utara
awalnya saya ngga tau tentang adanya demo di depan kantor DPRD Sumut hari Selasa, 3 Februari 2009 kemarin. saya malah mengajak suami untuk mampir ke Grand Paladium untuk membeli sesuatu di jam makan siang (kira2 jam 11.30). sewaktu kami berangkat, dengan boncengan motor bebek yang ga pantes buat kami naikin (soalnya kyak 2 gajah naik motor kecil... hehehe), tidak ada halangan or macet di jalan menuju ke sana. memang di depan kantor pengadilan tinggi banyak mobil parkir. saya menduga mobil2 tersebut tersebut sedang antri untuk sidang tilang.
ketika kami beranjak pulang, melewati kantor DPRD, situasi memang ramai, tapi masih terkendali. belum seperti yang kami lihat di TV. para pengunjuk rasa , sebagian berkerumun berdiri di tangga masuk gedung, sebagian duduk2 di pagar depan. tidak terdengar adanya orasi, dan tidak terlihat pengamanan berlebihan dari kepolisian. yah intinya, ramai.. tapi biasa...
sepulangnya kami kembali ke kantor puku 14.00, baru kami tahu bahwa terjadi insiden di sana, tuntutan beberapa kabupaten untuk membentuk propinsi Tapanuli, menjai topik permasalahannya. salah satu kabupaten (humbang Hasundutan) adalah bagian dari proyek yang sedang kami tangani. saya terhentak, betapa brutalnya para pendemo yang tadi sempat saya lihat tenang, betapa kerasnya tindakan yang mereka lakukan atas nama keinginan propinsi baru. betapa umumnya tindakan kekerasan dilakukan di negeri yang terkenal dengan kermahtamahannya ini? betapa tidak berharganya nyawa manusia dimata manusia2 lain.
terbayang oleh saya, keluarga korban meninggal, yang tidak saya kenal , yang katanya Ketua DPRD Sumut, anggota fraksi Golkar, yang baru menjabat 2 bulan, dan jabatan2 lannya yang tidak menarik perhatian saya. yang pasti, dia adalah seorang anak laki2, suami dan ayah dari anak-anaknya, yang ketika pergi meninggalkan rumah di pagi hari itu tanggal 3 februari 2009 dalam keadaan segar bugar, sehat wal-afiat, berangkat menuju kantor dengan segudang pemikiran di kepalanya.. hanya dalam beberapa jam saja.. pulang dalam keadaan tak bernyawa, tak ada pesan, tak ada kesan. meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi orang tua, istri dan anak2nya, serta kerabat2 lainnya.
dukacita yang mendalam saya sampaikan untuk keluarga beliau yang sampai hari inipun saat saya membuat postingan ini, saya tidak tahu namanya, semoga arwahnya diterima, diampuni segala dosa-dosanya,dikuatkan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan..
semoga ada pelajaran yang bisa kita petik dari kejadian ini.... amin
Friday, January 30, 2009
dBC-Network
Klak-klik sana-sini, eeehhh…ternyata mampirlah aku ke web-nya dBC-Network.
Ternyata…dBC-Network itu adalah salah satu jaringan yang menjalankan bisnis Oriflame secara online di bawah organisasi BOSS Family.
Sebenarnya apa sih kelebihannya dBC-Network? Apa yang menyebabkan dBC-Network layak untuk dipilih?
Kelebihan dBC-Network adalah:
1. dBC-Network dengan sistem onlinenya memungkinkan kita untuk menghemat waktu, tenaga, ujung-ujungnya menghemat cost donk ya?
2. dBC-Network menyediakan fasilitas-fasilitas canggih untuk para anggotanya berupa web replika, autoresponder, randomizer, banner-banner yang sangat membantu untuk promosi, sistem follow up yang sangat memudahkan kita untuk menjalankan bisnis ini.
3. Bagi yang merasa gaptek atau pemula, jangan khawatir!!! Karena di dBC-Network tersedia training gratis bagi anggotanya.
Untuk memperoleh fasilitas canggih ini, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya mahal-mahal.
Anda hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp. 40.000 agar bisa terdaftar di Oriflame.
Jadi bagi siapapun yang ingin berbisnis namun memiliki modal terbatas, ingin menambah penghasilan namun waktunya terbatas, ingin bekerja dari rumah dengan penghasilan luar biasa, suka dengan pekerjaan online, maka bergabung dengan Oriflame dan dBC-Network adalah solusi yang tepat.
Untuk memulai, Anda bisa meng-klik banner di bawah ini untuk memperoleh informasi mengenai bisnis Oriflame dengan sistem dBC-Network.

Apakah Anda sudah berniat untuk memulai bisnis Anda seperti saya?
Silakan isi data Anda DI SINI !!!
Thursday, January 29, 2009
Bonus ke Eropa dari Oriflame

Senin, 11 Agustus 08 - oleh : Sunarya
Perusahaan kosmetik asal Swedia dengan sistem penjualan langsung, Oriflame selalu memberikan penghargaan kepada semua konsultannya yang berhasil. Penghargaan tersebut tidak hanya dalam bentuk penghasilan dan bonus-bonus yang diberikan, namun setiap tahunnya Oriflame memberikan penghargaan berupa perjalanan ke luar negeri seperti keikutsertaan dalam acara Conference yang rutin diadakan 3 kali dalam setiap tahunnya, yaitu Gold Conference, Diamond Conference dan Executive Conference. Dan pada bulan Agustus 2008 ini para konsultan yang berhasil memenuhi kualifikasinya akan berangkat ke Athena untuk menghadiri Gold Conference 2008.
Gold Conference ini dilaksanakan setiap tahun dengan tempat penyelenggaraan yang berbeda-beda. Selama 3 tahun berturut-turut, Oriflame memberikan penghargaan berupa perjalanan ke Eropa untuk para konsultan yang berhasil dalam pengembangan bisnisnya, yang berada pada level Gold Director dan level-level di atasnya.
Diawali pada bulan September 2007, lebih dari 100 orang peserta dari Indonesia diajak berkeliling ke Tenerife, Spanyol. Mereka bertemu dan berkenalan dengan para konsultan Oriflame dari berbagai negara di dunia, mengikuti serangkaian kegiatan seminar dan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah. Rasa kagum dan bangga terpancar dari mereka yang telah mengikuti Gold Conference 2007 lalu.
Tahun 2008 ini, para peserta Gold Conference akan bersiap-siap untuk melakukan perjalanan menarik ke Athena, Yunani yang akan dilaksanakan pada 19 - 26 Agustus ini. Kurang lebih 200 orang dari Indonesia akan terbang ke Athena mengikuti konferensi dan perjalanan kunjungan ke beberapa tempat bersejarah, bertemu serta bertukar pengalaman dengan para konsultan Oriflame dari berbagai negara.
”Jumlah peserta Gold Conference di tahun 2008 sampai saat ini meningkat cukup besar. Data ini menunjukkan bahwa para konsultan Oriflame Indonesia sangat antusias dan berlomba-lomba untuk dapat memperoleh penghargaan ini. Bahkan, para peserta Gold Conference 2007 lalu berpacu untuk kembali meningkatkan penjualannya agar dapat mengikuti kembali perjalanan di Gold Conference 2008 ini.” ujar Ted Boman, Oriflame Indonesia.
Oriflame Indonesia yang dirikan sejak tahun 1986 dan telah berjaya di Indonesia selama lebih dari 21 tahun. Oriflame kini memiliki 13 cabang dan ribuan consultant yang tersebar luas diseluruh Indonesia dan menawarkan lebih dari 600 jenis produk. Pada bulan Maret 2007, Oriflame Indonesia telah memenangkan 10 kategori kosmetik pada ajang penghargaan bergensi yaitu Harper’s Bazaar Beauty Awards 2007. Untuk saat ini, Oriflame Indonesia merupakan perusahaan kosmetika dengan sistem penjualan mandiri nonomor satu di Indonesia.
Gold Conference merupakan salah satu dari 3 paket perjalanan international yang dipersiapkan oleh Oriflame setiap tahunnya. Di tahun 2009 nanti, selain Roma, Italia sebagai tujuan Gold Conference, para konsultan terpilih juga akan diberangkatkan ke Dubai untuk mengikuti acara Diamond Conference dan Executive Conference yang akan diadakan di Mauritius. Oriflame berharap penghargaan-penghargaan seperti ini dapat menjadi motivasi bagi para konsultan lainnya untuk dapat lebih meningkatkan hasil yang lebih baik lagi, untuk berada pada level Gold Director dan di atasnya.
Ted Boman kembali menambahkan, ”Kami sangat bangga, bahagia dan terharu melihat begitu banyak konsultan Oriflame dari Indonesia yang berkualitas yang dapat mengikuti konferensi ini. Mereka mendapatkan kesempatan untuk bertemu Oriflame Directors dari seluruh dunia dan berbagi ide dan cerita kesuksesan mereka masing-masing. Mereka juga mempunyai kesempatan untuk menikmati berbagai tempat wisata menarik di seluruh dunia”.
Oriflame Indonesia mentargetkan sebanyak 200 orang peserta yang dapat berangkat menuju Italia pada Gold Conference 2009
Monday, January 26, 2009
Artikel Jeng Nad yg bikin ngiler...
Siapaa bilang bisnis online gaa menghasilkan…qeqeqeqeq *devilish laugh* hihihi…
Senang nya lagii, aku sempe ga nyadar kalo ternyata kualifikasi Saphire Directorku udah terpenuhi di bulan Desember 2008 yang lalu..it means?? hmm…cash reward diluar bonus bulanan yang diatas ituu, Rp.28jt huaaa…Amiiiinnnn Ya Rabbal Alamiiinnn…
Sempet ga percaya siihh hehe (takut ke geeran gituuu)…tapi setelah di recheck sana sini…plusss dateng kartu ucapan dari Mr. Ted Boman — Managing Director Oriflame Indonesia — yang ngucapin congratulations jadi Saphire…it’s starting to sink in insyaAllah hehe….
Bangga nya lagiiii..bulan ini jaringan dBC Network ku, yang baru berusia 2,5 tahun….bakalan menelorkan (taelaahh ayaaamm kaliii), 3 Director baru! …
Overall, dalam 2,5 tahun ituu..jaringan online ini udah menghasilkan buanyaaaakk banget Bunda yang masih ngantor, kerja dari rumah, ibu rumah tangga — yang kini penghasilan mereka rata-rata Rp.1 jt - Rp.8jt per bulaan!!! Alhamdulillah….It’s not just me….tapi semua temen-temenku punya kesempatan yang sama untuk bisa sukses disini…
Makasih yaaaa dBC Network…
insyaAllah 2009 ini kita lebih hebohkan lagi dunia peronline-an Oriflame yaaaa…
we’re the pioneeer and insyaAllah we’re the best team there is…
secaraa…
kita ngejalanin bisnis ini bukan semata mengejar uang…tapi juga silaturahmi, persahabatan, and keinginan buat ngebahagiain orang lain, keluarga dan orang-orang yang ga mampu disekitar kitaa….ngejalaninnya pake rasa selalu bersyukur dan takut sama yang Atas, Amiinnn *jadi pengen terharu hikss*…
loove youuu guys (and girls hehe)!!
Perempuan=Konsumtif?
Alkisah dalam sebuah komik Asterix berjudul La Rose et la Glaive (Asterix dan Senjata Rahasia, 1991), pasukan Romawi menggunakan taktik baru dengan menurunkan pasukan perempuan untuk menyerang Galia. Alasannya, pasukan Galia tentu tidak akan menyakiti perempuan. Sebelumnya, seorang feminis dari luar kota bernama Maestria membuat perubahan mendadak yang menyebabkan para pria menyingkir ke hutan. Ketika pasukan perempuan Romawi datang, para perempuan desa menggunakan taktik menjual pakaian dan perhiasan untuk mengalihkan perhatian lawan. Hasilnya tepat sasaran. Pasukan itu tidak jadi berperang, tapi berbelanja.
Cerita di atas merupakan sebuah contoh betapa citra tentang perempuan sangat lekat dengan konsumtivisme. Sekedar menyegarkan ingatan, konsumtivisme adalah berkonsumsi dengan tidak lagi atas pilihan yang rasional berdasarkan kebutuhan, tetapi lebih memperturutkan keinginan (Prehati,2003). Berbeda dengan istilah konsumerisme. Dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia kontemporer (Peter Salim, 1996), arti konsumerisme (consumerism) adalah cara melindungi publik dengan memberitahukan kepada mereka tentang barang-barang yang berkualitas buruk, tidak aman dipakai dan sebagainya.
Dalam konsumtivisme terjadi kerancuan-kerancuan mengenai apa yang benar-benar kita perlukan dan mana yang sekedar kebutuhan semu. Tambahan pula, kita membeli barang bukan karena nilai intrinsiknya tapi karena citra tertentu yang melekat pada produk tersebut. Ilustrasinya begini. Sepatu merk Bata dan Sepatu merk Channel sama-sama sepatu. Tapi ketika kita membeli Channel kita tak sekedar membeli sepatu. Kita membeli brand, membeli gengsi, dan membeli status sosial. Hal-hal yang tidak kita peroleh dengan membeli Bata, meski keduanya adalah sepatu. Saat itulah konsumsi menjadi hobi atau gaya hidup.
Hal itu dipandang wajar jika perempuan yang melakukannya. Perempuan membeli kosmetik; pergi ke salon; membeli sekeranjang produk perawatan tubuh mulai dari lotion dan lulur untuk kulit, vitamin untuk rambut, dan sebagainya. Tidak wangi adalah sebagian dari dosa, karenanya perempuan memburu berbagai produk pengharum tubuh. Masih banyak lagi macam kebutuhan yang menambah panjang daftar ini. Dan selama yang melakukannya perempuan perilaku konsumsi macam apapun relatif masih ditolerir masyarakat.
Ketika seorang laki-laki berpenampilan kurang rapi, orang cenderung memahami. Tapi jika seorang laki-laki tampil dandy, harum dan memperhatikan penampilan, masyarakat masih merasakan ini janggal. Dia mungkin gay. Atau metroseksual. Pokoknya tidak lazim. Sehingga mesti ada istilah khusus bagi kelompok laki-laki seperti ini. Sehingga cukup pantas untuk jadi cover sebuah majalah bisnis Jakarta beberapa waktu lalu dan jadi topik percakapan di banyak media lainnya. Tema-tema yang diangkat media serupa : Bagaimana Perempuan Menyikapi Lelaki metro seksual? Atau Normalkah Lelaki Metroseksual? Dan banyak lagi.
Kenyatannya, tidak semua perempuan doyan belanja dan rajin ke salon. Tidak semua laki-laki juga abai terhadap penampilannya. Karena sifat konsumsi ini bukan sebuah sifat yang kita bawa sejak lahir. Bahwa perempuan bisa melahirkan karena punya rahim, iya. Tapi apakah perempuan lahir ke dunia dengan membawa keranjang?
Ini hanya persoalan identitas jender yang melekat pada perempuan dan laki-laki. Berbeda dengan seks, jender adalah sifat dan ciri yang dilekatkan terhadap laki-laki dan perempuan sesuai dengan ukuran budaya dan nilai masyarakat. Konsep jender dilawankan dengan perbedaan laki-laki dan perempuan menurut seks atau jenis kelaminnya. Jender bisa berubah sesuai dengan perubahan masa dan perubahan nilai-nilai dalam masyarakat. Sementara jenis kelamin (plus alat reproduksi), tetap.
Sifat hobi belanja pada perempuan masuk dalam identitas jender. Bukan sesuatu yang kodrati atau sering kita katakan sebagai ‘dari sononya’. Itu adalah bentukan budaya dan output produk nilai yang tersosialisasi di masyarakat. Jangan lupa, konsep jender adalah sesuatu yang dipelajari dan diwariskan. Usianya lebih tua dari generasi kita bahkan dari generasi orang tua kita. Tapi sekali lagi : bukan tidak bisa berubah.
Terbukti pada era ini, lelaki juga jadi lebih apik merawat penampilannya. Dan tidak ada yang salah dengan itu semua. Saya pernah bertemu beberapa lelaki yang anti betul dengan parfum, cologne dan sebangsanya karena merasa dirinya jadi kurang ‘jantan’. Ini lagi-lagi kesimpulan karena konsep jender yang keliru. Memangnya jantan itu sama dengan bau? Bukankah bagi perempuan (dan juga laki-laki) lebih menyenangkan bergaul dengan lelaki (dan perempuan) yang rapi dan berbau cologne daripada burket?
Justru yang mesti dikritisi adalah budaya konsumtivisme itu tadi. Pernah dengar istilah shopilimia? Dalam psikologi ini dikenal sebagai compulsive buying disorder (penyakit kecanduan belanja). Penderitanya tidak menyadari dirinya terjebak dalam kubangan metamorfosa antara keinginan dan kebutuhan. Ini bisa menyerang siapa saja, perempuan dan laki-laki. Karena baik lelaki maupun perempuan tak ada yang lahir membawa keranjang.
Merokok Haram???
apalagi saat saya sudah punya anak "lady_feiru", saya jaga betul agar tidak ada di lingkungan asap rokok. sayangnya, di tempat saya kost sekarang ini, ada 3 mahluk perokok aktif. yang bener2 aktif. salah satunya, atasan saya di kantor. waduh... pak... maaf banget kalo yang bersangkutan baca postingan ini (soalnya belaulah topik dari postingan saya ini)
namanya Pak darnis... usia kira2 70 tahun, asli padang. entah apa motivasinya, beliau masih juga bekerja di hari tuanya sebagai team leader, tanpa ditemani istri, dan tinggal di rumah kost seperti saya. awal beliau datang, beliau berkata akan berhenti merokok. wah, sebagai orang yang lebih muda, dan merasa sebagai anak, saya sangat mendukung keputusan beliau... tapiii???
tunggu ditunggu,, ga ada tuh tanda-tandanya beliau berhenti merokok, mengurangi pun tidak. malah dosisnya bertambah deh... stress pekerjaan kah??? sebagai orang yang sekantor dengan belau... saya cuma bs komentar "masa seh???"
beliau senang sekali ngobrol... sayapun gak keberatan, tapi ya itu... rokok ga pernah lepas dari bibir... dan waduuuuh.. sori menyori neh pak, saya punya anak... saya ga bs ngobrol sama bapak dengan situasi seperti ini.... asap.. dihirup anak saya... ooohh... no...
2 bulan terakhir ini, kebiasaan beliau bertambah parah, beliau mulai merokok di tempat kerja kami yang tertutup, ber- ac dan luasnya cuma seuprit... alias kecil...akibatnya alergi saya kumat, hidung ga berenti meler..
aduh pak... bisakah ga merokok? sudahkah Bapak mendengar Fatwa MUI tentang Rokok? so... apa artinya Fatwa MUI itu buat kami yang non perokok...sepertinya belum bisa kami rasakan.
Thursday, January 22, 2009
Aku Jelek dan Miskin Tapi Aku Ada

Kalimat tersebut mengandung makna yang dalam. Seseorang yang tidak dikaruniai fisik yang cantik atau ganteng plus miskin secara natural akan mengalami rasa inferioritas dalam banyak hal apalagi di era audio-visual (TV) yang lebih suka memakai wajah cantik seksi dan tampan walau berotak kosong dan berkpribadian menyebalkan. Secara fitrah mereka merasa kesepian: tidak populer, tidak ada yang mengagumi, sulit cari kerja dan tidak mudah mendapat teman. Simpelnya mereka tidak memiliki self-esteem yang sangat diperlukan dalam mengarungi kehidupan yang sangat memerlukan ketahanan mental tinggi. Rasa minder tersebut apabila tidak ditanggulangi–oleh Anda sendiri tentunya–akan semakin menterpurukkan Anda ke sikap marjinal yang tambah lama tambah parah. Apa yang harus dilakukan apabila Anda termasuk golongan “yang tidak beruntung” ini? Jawabnya satu: Anda harus merubah pola pikir kalah tersebut. Determinasi atau kemauan tinggi untuk berubah menjadi prasyarat menuju transformasi sikap. Hal-hal berikut merupakan langkah-langkah selanjutnya setelah Anda merasa yakin bahwa Anda dapat berubah:
1. Anda punya wajah tidak menarik atau jelek: menyesali kenyataan yang tidak dapat dirubah merupakan kesalahan terbesar. Jangan disesali. Pada saat yang sama, buktikan pada dunia bahwa kekurangan fisik itu hanya sebatas tampilan luar. Buktikan bahwa Anda memiliki kemampuan lain yang jauh lebih berharga dari sekadar phiscal apperance (tampilan fisik) yakni kebaikan hati; kemauan tinggi untuk kerja keras; ulet dan memiliki banyak kelebihan non-fisik lain.

2. Anda miskin karena Anda lahir dari keluarga tidak mampu. Tidak usah iri pada teman-teman Anda yang terlahir dari keluarga kaya. Mereka dapat membeli apapun yang mereka inginkan karena orang tua mereka, bukan karena kemampuan mereka sendiri. Buktikan bahwa suatu hari nanti Anda dapat menjadi kaya dan membeli apapun yang Anda mau dari jerih payah Anda sendiri.
Pada pandangan pertama, mayoritas orang akan terkesan pada penampilan fisik. Tetapi tidak sedikit yang kecewa pada tampilan fisik menarik tapi tanpa kepribadian. Di sini peluang Anda untuk memberi kesan dengan penampilan kepribadian Anda.
Memiliki banyak keahlian–buah dari sebuah kerja keras–juga menjadi pertimbangan orang untuk memilih Anda sebagai figur yang dapat diandalkan untuk jangka panjang. Buktikan bahwa Anda itu ADA!
Ingat apa yang dikatan Fantasia di atas: “Aku memang jelek dan Miskin tapi telah aku buktikan bahwa aku ada.” Dan itulah esensi terpenting manusia hidup di dunia: dia ada dalam arti dia bermanfaat bagi dirinya, bagi orang di sekitarnya dan bagi lingkungan yang lebih luas lagi kalau bisa: bagi bangsa dan negaranya.
SURAT DARI IBU YANG TERKOYAK HATINYA
Anakku…
Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.
Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.
Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.
Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.
Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.
Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu semakin susah melakukan gerakan.
Anakku…
Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini ?
Anakku...
Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,
Anakku…
Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku…
Anakku…
Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.
Anakku..
Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, “Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri”.
Anakku…
Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayag dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah ….. Ingatlah…. Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : “Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil”.
Anakku…
Allah berfirman: “Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal” [Yusuf : 111]
Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orang tua.
Sumber : Almanhaj.or.id
Setiap orang dilahiran dengan bakat cerdas
Ada banyak macam kecerdasan mulai dari kecerdasan di bidang ilmu pengetahuan, kecerdasan di bidang musikal, kecerdasan di bidang olah raga maupun kecerdasan di bidang finansial. Jika kita sering mengenal istilah IQ maka setiap bidang memiliki ukuran IQ tersendiri. Semakin tinggi IQ di bidang itu maka semakin cerdas dan sukses Anda di bidang itu.
Pertama marilah kita melihat apa sebenarnya IQ tersebut. Berikut adalah kutipan tentang apa itu IQ dari sumber ini :
IQ adalah kependekan dari Intellegence Quotient. Hasil pembagian dua bilangan, yaitu skor yang diperoleh seorang anak dalam suatu tes kecerdasan. Skor tersebut adalah usia mental dibagi usia kronologis dan hasilnya dikalikan dengan 100 untuk dibulatkan.
Test IQ digunakan untuk mengetahui kemampuan kognitif seorang anak. Kemampuan kognitif adalah kemampuan untuk mengelompokan, desentrasi, kemampuan berpikir bolak-balik, dan konsentrasi. Namun kemampuan ini didapatkan secara bertahap, yaitu :
Tahapan Simbolik : kemampuan untuk menggunakan simbol, contohnya kemampuan berbahasa. Seperti menggunakan kata “kursi” untuk merujuk pada sebuah benda berkaki empat.
Tahapan berhayal : kemampuan simbolik juga diterapkan dalam hayalan, seperti menganggap cd sebagai kapal ufo. Tahapan ini sangat membantu perkembangan anak kita, dengan simbolik anak-anak lebih cepat menguasai banyak kosakata baru.
Tahapan mengelompokan : mengelompokan berdasarkan warna, bentuk maupun ukuran.
Tahapan mengurutkan : setelah mengelompokkan maka anak harus mampu mengurutkan berdasarkan aturan tertentu. Kemampuan ini akan membantu anak dalam menerapkan suatu aturan pada suatu masalah.
Namun sayangnya orang tua seringkali menggunakan test IQ sebagai ukuran kecerdasan dalam sebuah bidang saja, yaitu kecerdasan di bidang ilmu pengetahuan. Sehingga mereka membombardir anak-anak mereka dengan kursus-kursus pelajaran yang seharusnya sudah diajarkan di sekolah. Hasilnya adalah kejenuhan dan keseimbangan pribadi kurang terlatih.
Salah satu cara untuk melatih kemampuan kognitif adalah melatih kemampuan mengenal jati diri dan mengolah diri. Jadi orang tua seharusnya memberikan pilihan kepada anak sehingga dapat memuncul bakat cerdasnya dalam suatu bidang. Tidak melulu direlasikan dengan kecerdasan di bidang ilmu pengetahuan.
Di dunia kita mengenal Mozart atau Vanessa Mae yang merupakan jenius di bidang musikal. Kemudian kita mengenal Michael Jordan dan Tiger Woods di bidang olah raga. Di politik kita mengenal banyak politikus berbakat seperti Barack Obama. Jadi jika kita melihat dengan cermat selain Albert Einstein ada banyak orang cerdas di berbagai bidang. Point yang dapat dipetik disini bahwa mengetahui bakat cerdas Anda akan memudahkan Anda mencapai kesuksesan di bidang tersebut.
Namun bakat cerdas tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak melatihnya. Contoh jika saja Michael Jordan tidak belajar tentang basket mungkin dia tidak akan sesukses hari ini, atau jika saja Mozart tidak belajar tentang musik maka kita tidak akan mendengar karya Simfoni no. 41 yang terkenal itu. Jadi penting bagi kita untuk melatih diri kita untuk meningkatkan kecerdasan di bidang itu. Semakin banyak masalah yang bisa kita pecahkan semakin tinggi IQ kita di bidang itu.
Contoh di bidang kecerdasan finansial, semakin banyak masalah keuangan yang kita pecahkan maka secara finansial kita semakin cerdas. Masalah yang dahulunya besar menjadi masalah kecil dan kita menjadi lebih percaya diri karena kecerdasan kita meningkat. Tidak heran jika banyak pengusaha sukses seperti Bob Sadino berhasil menggapai posisi saat ini karena sudah berlatih dengan sangat keras selama hidupnya.
Faktor lain yang mendukung kecerdasan Anda adalah lingkungan. Jika Anda tidak memiliki lingkungan yang memadai untuk meningkatkan kecerdasan Anda maka akan sulit bagi Anda untuk berkembang. Mungkin kita tidak akan pernah mendengar nama Tiger Woods jika tidak ada lapangan golf. Atau mungkin kita tidak akan mengenal nama Ariel Peterpan jika Ia tidak bertemu dengan teman-teman musiknya.
Jadi penting bagi Anda memilih lingkungan yang sesuai dengan kecerdasan yang ingin Anda kembangkan. Jika Anda ingin pintar di ilmu pengetahuan bergabunglah dengan klub-klub pengetahuan. Jika ingin pintar bermain musik maka bersosialisasilah dengan teman sesama pemusik. Penting disini kita juga perlu mengembangkan kecerdasan emosi (EQ) , yang salah satunya berhubungan dengan kemampuan membina hubungan dengan orang lain dan bekerja sama dengannya.
Kecerdasan Emosi lainnya yang sangat mendukung kesuksesan Anda adalah kemampuan untuk mengenali, mengelola dan mengekspresikan emosi diri sendiri. Semakin cerdas seseorang maka semakin stabil emosinya dan pintar dalam memotivasi dirinya.
Saya menutup artikel ini dengan menekankan bahwa siapapun Anda, Anda pasti memiliki bakat cerdas. Permasalahannya adalah bagaimana Anda menemukan bakat Anda dan melatihnya untuk mengasah kecerdasan tersebut sehingga mencapai kesuksesan yang diinginkan
Monday, January 19, 2009
Kiat Memilih Bisnis MLM
Banyak ibu rumah tangga yang memanfaatkan waktu luangnya di rumah untuk berbisnis MLM. Bahkan ada lho, yang menjadikan bisnis MLM sebagai penghasilan utamanya. Namun, semua itu bisa terjadi jika sudah sukses pada level tertentu dari jaringan MLM yang diikuti.
Sebenarnya MLM itu apa sih? MLM adalah sebuah bisnis pemasaran atas suatu produk yang dilakukan melalui banyak tingkatan atau level, yang sering disebut dengan up-line (tingkat atas) dan down-line (tingkat bawah). Gampangnya sih, sistem pemasaran dan penjualan atas suatu produk dengan menggunakan sistem jaringan atau networking. Up-line diharuskan untuk mencari down-line sebanyak-banyaknya agar mendapatkan bonus yang berlipat.
Di Indonesia, bisnis MLM makin berkembang dengan pesat dari tahun ke tahun yang menunjukkan bisnis ini mempunyai prospek yang cukup cerah di Indonesia. Alasannya, makin berkembangnya naluri wirausaha saat ini membuat orang berlomba-lomba bekerja keras untuk masa depan yang lebih baik. Kemudian budaya persahabatan dan networking di Indonesia memungkinkan bisnis MLM yang tumbuh dari jaringan dapat berkembang pesat. Faktor pendukung lain di tengah jumlah pengangguran di Indonesia yang semakin membengkak, bisnis MLM ini bisa menjadi solusi karena mampu menciptakan kesempatan kerja yang luas.
Uniknya, bisnis MLM tidak seperti bisnis lainnya yang membutuhkan modal yang besar dan kemampuan yang tinggi. Setiap orang dari latar belakang apa pun dapat menjalankan bisnis ini. Karena suatu manajemen yang mengelola MLM biasanya akan memberikan tambahan pengetahuan bagi anggotanya, baik itu berupa seminar, maupun pelatihan langsung mengenai teknik-teknik pemasaran untuk menjalankan bisnis tersebut.
Lalu perusahaan MLM yang manakah yang sebaiknya kita pilih? Berikut tips khusus untuk Anda :
1. Perusahaan MLM yang dipilih sebaiknya yang tergabung dalam APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia). APLI adalah sebuah asosiasi yang mewadahi berbagai perusahaan MLM. Belum bakunya aturan hukum di Indonesia dalam mengatur penjualan langsung juga mendorong kebutuhan di antara perusahaan MLM menciptakan bersama aturan dan kode etik yang disepakati bersama. Perusahaan yang ingin bergabung dengan APLI harus memenuhi sejumlah persyaratan dan mendapat sertifikasi.
Mereka yang yang menjadi anggota APLI hanyalah perusahaan yang dianggap betul-betul memenuhi syarat sebagai perusahaan penjual langsung. Karena itulah, lewat APLI, kita juga bisa mengenali mana perusahaan yang MLM dan yang bukan. Maklum, saat ini juga ada banyak perusahaan yang bukan MLM, tetapi ikut mengaku-aku sebagai MLM untuk menarik dana dari masyarakat. Hati-hati lho akan hal ini.
2. Bila Anda ingin memiliki pelanggan tetap, maka pilihlah perusahaan yang tidak hanya menawarkan barang dan jasa yang seragam, tetapi pilihlah yang memiliki aneka ragam barang dan jasa untuk ditawarkan; dan yang terpenting, memiliki jaminan atas kualitas barang dan jasa yang dijualnya agar bisa ditukar apabila tidak sesuai dengan kualitas yang sebenarnya.
3. Pilihlah perusahaan yang para distributornya memiliki sistem keberhasilan untuk bisa sukses, di mana sistem tersebut sebaiknya harus sudah teruji dan terbukti mampu mencetak banyak orang menjadi berhasil. Idealnya, sistem tersebut hendaknya bisa dijalankan oleh orang dari berbagai macam latar belakang usia, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin, bahkan oleh mereka yang tidak pernah berbisnis sama sekali. Sistem yang baik biasanya juga menyediakan alat-alat bantu usaha, seperti buku-buku kepribadian, kaset-kaset yang memberikan motivasi dan teknik, serta pertemuan-pertemuan yang bisa dihadiri. Jika ada perusahaan MLM yang menawarkan janji manis hasil besar tanpa harus kerja keras, sebaiknya Anda tinggalkan saja.
4. Nah yang terakhir, untuk menunjukkan suatu perusahaan MLM bonafide atau tidak adalah minimal dengan melihat apakah perusahaan tersebut diterima secara nasional sistem bisnisnya. Biasanya, mereka juga akan mengutarakan visi-misinya bagi kesejahteraan perusahaan dan jaringan distributornya.
Dengan demikan, harapan saya, penjelasan di atas dapat dijadikan acuan bagi Anda yang berminat untuk menjadikan bisnis MLM sebagai sarana untuk mencari penghasilan tambahan. Sebagai tambahan, kunci kesuksesan bisnis MLM adalah konsisten karena bisnis MLM dibangun dengan jaringan, dan jaringan itu hanya akan terbangun jika terus-menerus dibentuk. Jika Anda tinggalkan di tengah jalan, mungkin Anda harus mulai dari awal lagi untuk membangunnya kembali
Tuesday, January 13, 2009
Manfaatkan Facebook
Dunia maya juga dapat mendatangkan keajaiban bagi karier Anda.
- Jejaring yang lebih luas. Anda bisa mengumpulkan kembali teman lama, juga efektif untuk menjaring klien baru.
- Memperkuat komunitas. Ada banyak sekali komunitas facebook yang bisa diikuti. Jangan sampai Anda ketinggalan.
- Update berbagai info event. Kini hampir semua undangan acara ada versi facebook-nya.
- Mengintip curhat klien. Anda jadi tahu jika kebetulan klien langsung bereaksi, begitu selesai meeting dengan Anda.
- Coba juga yang lain. Kalau Anda sempat, rambah juga situs-situs ini: LinkedIn, Plurk, Twitter, atau Swurl.
“Bunda Kerja Dulu, Ya, Sayang...
(from: femina online)
Setelah menjalani cuti hamil, sudah waktunya Anda kembali ngantor. Terbayang akan bebas dari rutinitas mengurus bayi dan senang kembali pada kesibukan dunia kerja.
Namun, ketika tatapan Anda terpaku pada si kecil yang tampak begitu damai dalam tidurnya, Anda pun lalu terkungkung dalam sebuah dilema, sebuah konflik batin yang panjang dan seolah tak berujung.
BISA MEMICU DEPRESI
Sebuah studi di Amerika Serikat menunjukkan, antara 1991-1995, 67% wanita AS yang mengandung anak pertama ternyata tetap bekerja hingga waktunya melahirkan, dan 52% wanita di sana baru kembali bekerja enam bulan setelah melahirkan. Mereka memanfaatkan fasilitas cuti dalam tanggungan (paid leave) yang disediakan oleh perusahaan. Masih dari studi tersebut, 27% wanita berhenti bekerja sebelum atau sesudah melahirkan.
Menurut Dra. Ira Petranto, PSI, MM, psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, selain dipicu oleh faktor biologis (menurunnya kadar hormon tertentu, kelelahan fisik dari proses melahirkan), baby blues juga dipicu oleh berbagai faktor psikologis. Antara lain, perasaan tidak menarik lagi, rasa percaya diri yang memudar dan sulit berkonsentrasi, juga menurunnya gairah seksual.
Selain itu, banyak di antara ibu yang merasa terpaksa kembali bekerja dan meninggalkan bayinya di rumah, mengalami shock akibat ketidaksiapannya menjalani masa transisi. Para ibu ini sulit menjalankan tugas dan tanggung jawab, dan sulit membagi perhatian antara pekerjaan dan keluarga.
CUTI HAMIL EFEKTIF
Masa cuti hamil memang hendaknya dipergunakan sebaik-baiknya, untuk mempersiapkan mental sebelum kembali ke kantor. Paling tidak, sebulan sebelum hari H si ibu sudah berlatih melakukan ‘manajemen pagi’, yaitu melakukan tugas-tugas mengasuh si kecil dan persiapan ke kantor secara rutin dan tepat waktu.
Agar bisa segera back on track, sebaiknya ia tak segan-segan untuk bertanya pada kolega maupun atasannya. Jika si ibu sudah telanjur tertinggal pekerjaan, tak ada cara lain selain bekerja lebih keras dari biasanya.
Sayangnya, Ira melihat adanya kecenderungan bahwa ibu-ibu yang baru melahirkan mempersingkat masa cuti melahirkan dengan alasan takut kalau-kalau posisi kariernya diserobot orang lain. Padahal, masa cuti 1,5 bulan setelah melahirkan adalah waktu minimal yang diperlukan seorang ibu untuk pulih secara biologis maupun psikologis.
MERAJUT HUBUNGAN BERKUALITAS
Wanita yang mengalami krisis psikologi pascamelahirkan perlu menyusun kembali hubungan yang berkualitas dengan anggota keluarganya. Si kecil yang merajuk setiap kali si ibu akan pergi bekerja adalah ungkapan perasaan terancam karena ditinggalkan. Untuk mengatasinya, sang ibu perlu menciptakan secure attachment.
Secure attachment bisa dihasilkan dari hubungan yang berkualitas, yang terjalin antara ibu dan bayi. Caranya, si ibu perlu menghindari sikap cemas berlebihan dan over-protective, serta menjalin kedekatan yang hangat, akrab, dan proporsional dengan si kecil.
Pada akhirnya, keluarga memegang peranan penting untuk memulihkan kestabilan emosi para ibu. Keluarga yang dimaksud mencakup suami, orang tua, termasuk si pengasuh. Dukungan ini bisa bersifat fisik (mengambil alih tugas merawat bayi) maupun emosional (menghibur, menjadi teman bicara). Dengan upaya seluruh anggota keluarga, niscaya wanita yang baru menjadi ibu akan lebih mudah melewati masa krisis ini. Dan, ia pun siap menjalankan tugas barunya sebagai seorang ibu yang juga bekerja demi kesejahteraan keluarga.
Join my network at DBC-N
Ketika Hasrat Meraih Sukses Lenyap
(from: femina online)
Ketika 6 tahun lalu Karina (35) menjadi karyawati baru di sebuah perusahaan, prestasinya sangat menonjol. Promosi demi promosi dengan cepat dilaluinya. Kini, tinggal selangkah ia akan menduduki posisi vice president. Namun, kinerjanya malah menurun.
TAKUT GAGAL ATAU TAKUT SUKSES?
Kondisi seperti yang dialami Karina di atas, menurut Eileen Rachman, direktur Experd, sebuah biro konsultasi karier dan sumber daya manusia, dapat dikategorikan sebagai fear of success. Ketakutan akan kesuksesan berbeda dari ketakutan akan kegagalan (fear of failure). Fear of failure biasanya lebih gampang dideteksi dan dirasakan. Sebaliknya, fear of success (FS) dapat terjadi dalam jangka panjang, orang yang mengalami tidak langsung sadar sedang terkena FS.
Sebuah contoh diungkapkan Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, dekan Fakultas Psikologi UI. “Di kampus saya ada dua atau tiga doktor senior, semuanya wanita, yang sudah sejak beberapa tahun terakhir ini laik dipromosikan menjadi profesor, tuturnya. “Tapi, ibu-ibu itu menunda-nunda terus proses promosinya. Alasannya, tidak mau terlalu sering ke luar kota. Tapi, Sarlito menduga, alasan sesungguhnya mereka melepas peluang naik pangkat itu lebih karena persoalan suami. “Soalnya, suami mereka hanya karyawan biasa, katanya.
Nyatanya, banyak orang yang mengalaminya, bahkan juga pria, seperti yang diungkapkan pengarang buku 10 Secrets for Success and Inner Peace, Wayne W. Dyer. Di negara-negara berkembang, khususnya di dunia Timur, tulis Dyer, pria pun enggan terlalu maju atau menonjol. Di antara sekelompok orang, dalam perusahaan atau partai politik, hanya satu-dua orang yang boleh menonjol, yaitu yang dianggap paling senior atau paling berwibawa.
Yang lainnya tidak boleh lebih . Gejala ini dinamakan motivational gravity (MG), yaitu daya tarik ke bawah bagi motivasi yang terlalu mencuat. Bedanya dengan FS, MG lebih disebabkan oleh faktor tekanan dari luar, sementara FS lebih merupakan dorongan dari dalam diri sendiri.
Secara umum, FS lebih banyak terdapat pada wanita daripada pria. Karena itulah, lanjut Sarlito, walaupun wanita sudah dididik dan disekolahkan setinggi mungkin dan selalu diberi tahu agar tidak terlalu bergantung pada pria, pada praktiknya tetap saja mereka diharapkan menikah, mempunyai suami dan anak-anak, dan balik lagi ke dapur.
MENCEGAH HASRAT BERPRESTASI
Gejala FS, kata Eileen, biasanya menimpa mereka yang sedang berada di comfort zone. Di ‘wilayah nyaman’ itu, seseorang enggan berpindah ke wilayah lain, bahkan juga ketika wilayah lain itu menjanjikan sesuatu yang lebih baik. “Sehingga, mereka sering mencari-cari pembenaran atas sikapnya, entah dengan mengomel, atau menyalah-nyalahkan orang lain dan perusahaan tempatnya bekerja, ketika ia dipromosikan. Padahal, alasan sebenarnya adalah tidak mau pindah dari tempatnya karena sudah kerasan di sana, kata Eileen. Lalu, adakah penyebab FS? Mungkinkah bisa dihindari? Sarlito mencoba mengkajinya lewat teori Sigmund Freud, pendiri aliran psikoanalisis. Bahasan mengenai FS pada wanita dihubungkannya dengan kisah Oedipus, seorang raja dalam mitologi Yunani kuno. Tanpa sadar, ia telah membunuh ayahnya, raja di Thebes, dan mempersunting sang permaisuri, yang sebenarnya ibunya sendiri. Istilah Oedipus ini dipinjam Freud untuk menunjukkan gejala yang secara naluriah ada pada setiap anak untuk secara seksual mencintai ibunya sendiri (pada anak laki-laki) atau ayahnya sendiri (pada anak perempuan). Oleh Freud, gejala ini kemudian dinamakan Oedipus Complex.
Pada anak perempuan, ada nama khusus untuk ini, yaitu Electra Complex. Entah mengapa dinamakan demikian, yang jelas intinya sama, yaitu dalam alam ketidaksadarannya, anak perempuan mendambakan bercinta dengan ayahnya sendiri. Karena takut kehilangan sosok ayah, maka ia berusaha untuk selalu menuruti kemauan ayahnya dan akan senang kalau perilakunya itu dipuji ayah. Ketika ia dewasa, hasratnya untuk mendapat kasih sayang ayah dialihkan kepada pria pada umumnya, khususnya pada suami atau kekasihnya.
Karena itu, seorang pakar psikoanalisis zaman sekarang, David Krueger, dalam bukunya, Success and the Fear of Success in Women: A Development and Psychodynamic Perspectives, mengatakan bahwa anak perempuan selalu mendapat kasih sayang ayah jika ia berlaku submisif (merendah, menerima) dan tradisional. Tetapi, ia selalu mendapat reaksi negatif dari ayah, jika ia terlalu agresif, asertif (aktif menyatakan kehendaknya), dan berperilaku seperti pria yang mandiri. Ini akan mencegah hasrat-hasrat berprestasinya. Motivasi untuk sukses pada diri wanita seperti itu, akan disabotnya sendiri.
“Teori ini sejalan dengan temuan para peneliti bahwa pada wanita, kebutuhan akan afiliasi lebih kuat ketimbang kebutuhan akan prestasi, kata Sarlito. Hal ini juga yang membuat wanita enggan mencapai sesuatu yang lebih tinggi lagi dalam hidupnya, meskipun menjanjikan kesuksesan yang lebih besar. Karena umumnya orang tidak sadar bahwa ia terkena FS, Eileen menyarankan agar kita berhati-hati bila menerima tanda-tandanya. “Salah satu tanda yang paling menonjol adalah ketika tiba-tiba hasrat untuk meraih sesuatu itu menghilang, kata Eileen.
DI RUMAH GANTI DASTER
Tidak gampang memang mendeteksi kehadiran FS yang terjadi dalam alam ketidaksadaran manusia. Sebab, boleh jadi hilangnya hasrat berprestasi juga dapat disebabkan oleh rasa malas. “Kalau seseorang tak mau dicalonkan untuk naik pangkat dengan alasan tidak mau bekerja lebih rajin, tidak mau mencurahkan waktu lebih banyak, masih ingin banyak waktu untuk bergaul, ini, sih, namanya malas saja. Bukan takut pada kesuksesan itu sendiri, ujar Eileen.
Eileen menyarankan agar kita menyisihkan waktu untuk berkontemplasi, untuk memahami apa yang sedang terjadi dalam diri kita. Selain itu, menurutnya, perlu ada redefinisi tentang sukses. “Sebaiknya sukses tidak didefinisikan sebagai sukses itu sendiri, tapi diiringi oleh kesadaran bahwa sukses itu baru awal dari kesuksesan lain.
Lebih jauh Sarlito menyebutkan bahwa dalam ilmu psikologi, psikoanalisis yang sangat memperhitungkan alam ketidaksadaran manusia, bukan satu-satunya teori. Teori-teori lain yang lebih berbasis kesadaran (kognisi) dan sosial (teori psikososial) menyatakan bahwa setiap orang mempunyai dorongan untuk maju. Dorongan maju itu tidak terhambat oleh FS yang bersumber pada Oedipus Complex, melainkan pada ada atau tidak adanya dukungan sosial terhadap diri seseorang. Akibatnya, seseorang akan jauh dari FS kalau ia percaya diri.
“Kepercayaan diri timbul jika ia dipercaya oleh orang lain di sekitarnya, khususnya yang terdekat, seperti orang tua, kerabat, teman, guru, dan atasan, kata Sarlito, menerangkan.
Hasil penelitian juga membuktikan bahwa wanita yang didukung oleh mitra prianya, termasuk ayah dan suami, akan lebih maju ketimbang wanita yang tidak mendapat dukungan seperti itu. “Wanita-wanita sukses, dari artis sampai dosen atau diplomat, mempunyai suami dan keluarga yang tidak saja mendukung, tetapi juga mendorong kariernya. Sering kali para suami itu sendiri adalah orang yang juga sukses dalam bidangnya, kata Sarlito.
Memang ideal, bila suami atau pria-pria di sekitar kita memahami karier kita. Tapi, bagaimana halnya jika mereka tidak mendukung? Sarlito menyebutkan dua pilihan, yaitu mengikuti kemauan si pria, atau memilih jalan sendiri. Kalau seorang wanita mengikuti kemauan orang lain, maka ia terpengaruh oleh MG dan FS. Bila ia memilih jalannya sendiri, ada kemungkinan ia harus berpisah, atau bercerai dari seorang pria, atau sejak awal memilih untuk tidak mengikatkan diri pada pria sama sekali.
“Banyak wanita sukses seperti ini. Kita tidak perlu mencelanya, karena mereka sekadar menjalankan pilihan hidup. Kita semua setiap saat harus memilih, mengikuti kehendak orang lain, atau mengikuti kemauan sendiri. Antara tunduk pada ketakutan-ketakutan yang datang dari dalam diri sendiri, atau mencoba mengalahkan perasaan-perasaan itu, ujar Sarlito.
Saran dari Eileen lebih condong pada mengikuti kemauan pria, namun dengan taktik tersendiri, yang disebutnya sebagai cara mempresentasikan sukses. “Kalau misalnya kita sukses, entah itu sebagai doktor, CEO atau pimpinan perusahaan, atau sebagai tokoh, ketika tiba di rumah, kita harus lekas-lekas berganti ‘pakaian’, katanya. “Jangan sampai CEO di kantor juga masih berlaku di rumah. Tanggalkan atribut kesuksesan, dan presentasikan sikap sebagai istri atau ibu. Itu juga yang saya lakukan selama ini. Di rumah, kita ganti daster saja. Bila makanan favorit suami kita ayam kodok, ya, ketika cuti atau akhir pekan kita buatkan ayam kodok itu, imbuh Eileen, yang juga pimpinan sebuah perusahaan mebel ini. Anda sendiri, mau pilih yang mana?
Perempuan Indonesia Rentan Osteoporosis
Sekitar 63 persen perempuan di Indonesia mengalami kekurangan vitamin D sehingga rentan terkena osteoporosis (keropos tulang) akibat mengkonsumsi kurang dari sepertiga asupan kalsium yang dianjurkan.
Berdasarkan hasil analisis data Risiko Osteoporosis yang dipublikasikan tahun 2006, Medical Nutrition Support Manager Fonterra Brands Indonesia, kata Dr. Tria Rosemiarti di Makassar, belum lama ini, prevalensi osteoporosis (osteoporosis) di Indonesia saat ini mencapai 41,75 persen. Hal itu, menurut dia, bahwa dua dari lima penduduk di Indonesia memiliki risiko terkena osteoporosis. Dari hasil riset yang dilakukan Universitas Indonesia (UI) bekerjasama dengan Otago University New Zaeland dan University Putra di Malaysia, diketahui bahwa rata-rata intake kalsium dari wanita Indonesia hanya 270 miligram sehari.
Hal tersebut menunjukkan konsumsi kalsium hanya 27 persen dari jumlah harian yang dianjurkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 1000 miligram per hari untuk orang dewasa. Padahal kalsium dan vitamin D merupakan nutrisi penting untuk membentuk tulang yang kuat dan menjaga kesehatan tulang yang optimal. Tanpa nutrisi yang kuat, tulang akan berisiko menjadi tipis, keropos dan mudah patah. Sementara, vitamin D dihasilkan dari paparan sinar matahari yang diterima tubuh, sedangkan kalsium ditemukan pada makanan-makanan olahan dari susu, sayuran hijau dan ikan-ikanan.
Resiko osteoporisis ini, dapat dicegah dengan berjalan kaki, berolahraga menggunakan beban agar dapat menopang berat tubuh sendiri. Olahraga seperti ini akan membuat seluruh struktur tulang mendapatkan pembebanan yang berguna untuk melatihnya tetap kuat dan padat.
Hal senada juga dikemukakan dr Agus Sambo dari Perosi Cabang Makassar yang menyebutkan bahwa penyakit keropos tulang ini biasa disebut `silent desease` karena jarang terdapat gejala ataupun tanda-tandanya hingga akhirnya menjadi parah dan menyebabkan banyak massa tulang yang hilang. "Osteoporosis dapat dicegah selain melalui pola makan yang mengandung kalsium tinggi dari vitamin D, juga melalui olahraga yang benar, teratur dan terukur seperti misalnya jalan kaki," katanya, demikian Antara.
Monday, January 12, 2009
4 Alasan Perempuan Cocok Berbisnis
Ya, ketiganya adalah perempuan-perempuan yang sukses membuat terobosan sekaligus menjadi enterpreuneur hebat di bidangnya masing-masing. Oprah sukses di industri media antara lain lewat talkshownya yang fenomenal "The Oprah Show", Sumiwilujeng mendulang untung dari brownies kukus Amanda yang menjadi salah satu oleh-oleh kuliner favorit dari Bandung, sementara Moeryati Soedibyo merupakan pengusaha kosmetik papan atas di negeri ini.
Tentu ada banyak tokoh perempuan lainnya yang sukses berbisnis. Ketiga sosok tersebut hanyalah contoh kecil saja. Malahan, Anda pun bisa menjadi salah satunya. Apalagi ternyata, kaum hawa amat cocok berkecimpung di dunia bisnis.
Simak empat alasan utama mengapa perempuan harus berbisnis, seperti yang disampaikan General Manager Yummy Food Utama, Muassis Andang dalam seminar "Perempuan dan Uang" yang digelar Nova dan BundaInbiz, Sabtu, (30/8).
1. Memperkecil Resiko
Di masa sekarang, bukan hal asing lagi kalau dalam rumah tangga baik suami maupun istri sama-sama bekerja. Namun, tak jarang pula hanya suami yang bekerja dan menjadi tulang punggung ekonomi keluarga. Nah, agar bisa semakin menunjang kebutuhan hidup sehari-hari, tak ada salahnya bila istri menjalankan bisnis dari rumah.
Dengan begitu, sumber pemasukan dari suami tetap "aman" sementara istri bisa ikut menunjang nafkah keluarga. Resiko suami ditegur kantor karena berbisnis di luar pekerjaan utamanya pun bisa dihindari. Yang perlu diingat, suami-istri saling mendukung dalam menjalankan bisnis tersebut.
2. Multitasking
Salah satu kelebihan yang dimiliki perempuan adalah bisa mengerjakan banyak hal sekaligus (multitasking). Misalnya, memasak sambil menjaga anak. Karakteristik ini adalah kompetensi dasar yang dibutuhkan dalam berbisnis, "Dan ini tidak dimiliki pria," kata Muassis. Perempuan bisa menjalankan fungsi-fungsi dalam bisnis sekaligus mulai dari pemasaran, penjualan, sampai manajemen SDM.
3. Pengambil Keputusan
Coba perhatikan, umumnya siapa yang menentukan pilihan rumah yang akan dibeli, perabotan dan keperluan rumah tangga, atau baju dan kemeja untuk suami. Para ibu, bukan? "Disadari atau tidak, wanita merupakan pengambil keputusan utnuk hampir setiap pembelian yang terjadi," ujar Muassis.
Bisa dikatakan, perempuan adalah konsumen terbesar dari hampir semua produk yang ada di pasaran. Jika posisinya di balik perempuan sebagai produsen atau pebisnis, maka "perempuan akan lebih faham dan dapat merasakan keinginan konsumen sebagai representasi dari dirinya sendiri," jelas Muassis.
4. Era Informasi
Satu hal lagi yang menjadi kelebihan perempuan adalah kemampuannya membentuk networking dan berkomunikasi. Ini bisa ditunjukkan lewat komunitas-komunitas yang banyak diikuti dan dibentuk perempuan. Utamanya, di era teknologi dan informasi seperti sekarang ini. Muassis menyebutkan, sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan pada tahun 2000, enam dari 10 pengguna website adalah perempuan. Bisnis online pun menjadi alternatif yang menguntungkan.
Dengan naluri berkomunikasi dan networking perempuan yang umumnya melebihi pria, Muassis optimis perempuan akan lebih sukses berbisnis dengan memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang kian pesat.
Siapa tahu, dengan mengoptimalkan empat hal tersebut dan disertai perencanaan dan pengelolaan yang matang, Anda pun bisa menjadi Oprah, Moeeryati, dan Sumiwilujeng berikutnya.



