Friday, January 23, 2009

Teman Baru

Hari ini saya dapat teman baru,
Bpk. Djoko Triatmo Ali namanya. beliau masuk ke network saya. meskipun belum join networks saya, kami sudah banyak ngobrol bermacam hal di YM. orangnya baik deh. beliau sedang belajar hal yang berbau internet, terutama soal bikin blog. banyak bertanya pada saya, padahal saya juga sama2 masih belajar...sama2 pemula dengan saya. beliau punya blog www.dtasanggaukapuas.blogspot.com
whahaha.. lebih hebat dari saya loh sebenarnya. kenapa begitu, karena beliau sudah berani menuangkan ide dan isi pikiran di benaknya dalam bentuk sebuah tulisan. sedangkan saya.... masih dengan kebiasaan saya yang lama... copy paste (alis nyontek) hihihi.
saya sempat memandu beliau membuat pooling, menambah gadget, dll... kesannya pinter banget yah saya... padahal saya baru tau soal gituan 2 minggu terakhir ini. hihi... ini juga jadi ajang buat saya mengingat2 kembali... soalnya ada rencana di benak saya untuk suatu saat memberikan kursus buat ibu2 rumah tangga, biar melek internet.
isi pembicaraan saya dengan beliau sih ga penting, biasa2 saja, berkaitan dengan blog. tapi ada hal lain yang dapat saya petik dari petremuan saya dengan beliau di dunia maya ini. bahwa masih banyak diluar sana orang seperti saya... banyak orang yang punya keingintahuan yang besar tentang dunia internet. tidak sekedar untuk browsing, chating dan ikutan arisan berantai yang ga jelas itu... (perasaan senang yang aneh yah... koq gitu aja pake senang segala...)
satu lagi yang bikin saya kagum... heheh maaf yah pak, kalo baca postingan saya ini, bapak joko ini kalo dilihat pict di blog, dipastikan lebih senior dari saya (maap ga berani nanya umur)... tapi beliau masih punya keinginan untuk belajar... huahaha.. hebat bravo pak..
akhirnya, berkat inspirasi dari beliau yang hebat, maka terciptalah postingan pertama yang benar2 hasil karya sendiri. isinya... huahahaha... malu ah... jangan ketawa yah kalo isinya garing... yang penting niat.
Medan, Bappeda Sumut, 23 Januari 2009
Custom Search

Thursday, January 22, 2009

Aku Jelek dan Miskin Tapi Aku Ada


(30 September 2007 in Blogger Indonesia, Fatih Syuhud, Refleks)
Itu kata-kata Fantasia Barrino, pemenang American Idol 2004 yang sejak itu namanya melejit dengan beberapa albumnya yang mencetak hit. Kata-kata itu diucapkan penyanyi kulit hitam “dan tidak cantik” ini saat acara talk show-nya Oprah Winfrey beberapa hari lalu.

Kalimat tersebut mengandung makna yang dalam. Seseorang yang tidak dikaruniai fisik yang cantik atau ganteng plus miskin secara natural akan mengalami rasa inferioritas dalam banyak hal apalagi di era audio-visual (TV) yang lebih suka memakai wajah cantik seksi dan tampan walau berotak kosong dan berkpribadian menyebalkan. Secara fitrah mereka merasa kesepian: tidak populer, tidak ada yang mengagumi, sulit cari kerja dan tidak mudah mendapat teman. Simpelnya mereka tidak memiliki self-esteem yang sangat diperlukan dalam mengarungi kehidupan yang sangat memerlukan ketahanan mental tinggi. Rasa minder tersebut apabila tidak ditanggulangi–oleh Anda sendiri tentunya–akan semakin menterpurukkan Anda ke sikap marjinal yang tambah lama tambah parah. Apa yang harus dilakukan apabila Anda termasuk golongan “yang tidak beruntung” ini? Jawabnya satu: Anda harus merubah pola pikir kalah tersebut. Determinasi atau kemauan tinggi untuk berubah menjadi prasyarat menuju transformasi sikap. Hal-hal berikut merupakan langkah-langkah selanjutnya setelah Anda merasa yakin bahwa Anda dapat berubah:

1. Anda punya wajah tidak menarik atau jelek: menyesali kenyataan yang tidak dapat dirubah merupakan kesalahan terbesar. Jangan disesali. Pada saat yang sama, buktikan pada dunia bahwa kekurangan fisik itu hanya sebatas tampilan luar. Buktikan bahwa Anda memiliki kemampuan lain yang jauh lebih berharga dari sekadar phiscal apperance (tampilan fisik) yakni kebaikan hati; kemauan tinggi untuk kerja keras; ulet dan memiliki banyak kelebihan non-fisik lain.


2. Anda miskin karena Anda lahir dari keluarga tidak mampu. Tidak usah iri pada teman-teman Anda yang terlahir dari keluarga kaya. Mereka dapat membeli apapun yang mereka inginkan karena orang tua mereka, bukan karena kemampuan mereka sendiri. Buktikan bahwa suatu hari nanti Anda dapat menjadi kaya dan membeli apapun yang Anda mau dari jerih payah Anda sendiri.

Pada pandangan pertama, mayoritas orang akan terkesan pada penampilan fisik. Tetapi tidak sedikit yang kecewa pada tampilan fisik menarik tapi tanpa kepribadian. Di sini peluang Anda untuk memberi kesan dengan penampilan kepribadian Anda.

Memiliki banyak keahlian–buah dari sebuah kerja keras–juga menjadi pertimbangan orang untuk memilih Anda sebagai figur yang dapat diandalkan untuk jangka panjang. Buktikan bahwa Anda itu ADA!

Ingat apa yang dikatan Fantasia di atas: “Aku memang jelek dan Miskin tapi telah aku buktikan bahwa aku ada.” Dan itulah esensi terpenting manusia hidup di dunia: dia ada dalam arti dia bermanfaat bagi dirinya, bagi orang di sekitarnya dan bagi lingkungan yang lebih luas lagi kalau bisa: bagi bangsa dan negaranya.

Custom Search

SURAT DARI IBU YANG TERKOYAK HATINYA

(from: pengusahamuslim.com)
Anakku…

Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.

Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.

Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.

Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.

Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu semakin susah melakukan gerakan.

Anakku…

Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini ?

Anakku...

Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,

Anakku…

Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku…

Anakku…

Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.

Anakku..

Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, “Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri”.

Anakku…

Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayag dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah ….. Ingatlah…. Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : “Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil”.

Anakku…

Allah berfirman: “Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal” [Yusuf : 111]

Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orang tua.

Sumber : Almanhaj.or.id

Custom Search